LAMBANG BKC

LAMBANG BKC

Selasa, 01 Desember 2009

SPORTIFITAS, KERJASAMA DAN SEMANGAT MENINGKATKAN PRESTASI


Olahraga karate selain menjadikan pelajar menjadi sehat, sehingga dapat menuntut ilmu dengan hasil baik, juga untuk mengembangkan karakter yang unggul antara lain sportifitas, kerjasama dan semangat untuk meningkatkan prestasi. Demikian dikemukakan Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) PB. Forki Madju Dharyanto Hutapea, mewakili Ketua Umum PB. Forki, saat membuka Pertandingan Cabang Olahraga Karate SD dan SMA Olimpiade Olahraga Sekolah Nasional (O2SN) II tahun 2009. di Gedung Serba Guna 2 Asrama Haji Pondok Gede, dan di Gedung Sarbini Wiladatika Cibubur. Selasa, 16 Juni 2009. Pertandingan karate SD O2SN II/2009 berlansung di Gedung Serba Guna 2 Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, 16 – 17 Juni 2009, sedangkan pertandingan karate SMA O2SN II/2009 berlansung di Gedung Sarbini – Wiladatika, Cibubur, 16 – 18 Juni 2009. Untuk pertandingan karate SMP O2SN II/2009 berlansung di Aula Cut Nyak Dhin Buperta Cibubur, 17 – 18 Juni 2009.

Ketua Binpres PB. Forki mengatakan, tingginya frekuensi kompetisi pelajar baik di tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi, nasional maupun internasional menharuskan adanya wadah untuk berkompetisi.
“Sarana berkompetisi sebagai upaya mencari pelajar-pelajar berprestasi untuk menggantikan seniornya dimasa yang akan datang. Selain itu, karena sifatnya nasional, sarana ini dapat mempererat rasa kebersamaan dan persahabatan antar anak bangsa.” Tegas Madju Dharyanto.

Lebih lanjut Madju mengatakan, terlaksana pertandingan karate ini kerja sama Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) dengan Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-do Indonesia (PB. Forki), sejak tahun 2005 menyelenggarakan kompetisi karate SD, SMP, dan SMA tingkat nasional.

Hadir dalan acara tersebut, Mewakili Depdiknas Ibnu Hajar Kasi Kepribadian Direktorat Pembinaan TK dan SD, Ketua Majelis Lembaga Perguruan (MLP) G.A. Pesik, Anggota MLP Albert Tobing, Harri Taning, Wakil Ketua Binpres Djafar E. Djantang, dan Sekretaris PB. Forki Maxi W. Pauran.

Hasil Pertandingan Karate SD O2SN II/2009 hari pertama untuk katagori Kata perorangan Putri: Jessica Octaviora Vitara (Medali Emas) SD Yos Sudarso, Jawa Barat/Inkai, Syanindita Dwika Pramesti (Medali Perak) SDN Kleco I Kota Surakarta, Jawa Tengah/ Inkai, Medali Perunggu diraih masing-masing Nurul Fadillah (SD Muhammadiyah 048 Bangkinang Riau/Inkanas), dan Emilia Sri Hanandita (SD Angkasa 12 DKI Jakrta/Inkai).

Hasil Pertandingan Karate SMA O2SN II/2009 hari pertama untuk katagori Kata perorangan Putri: Peraih medali emas Lilik Sugianto (DKI Jakarta/Inkai), Perak, Anisa Sabrina (Jawa Barat/Inkanas), perunggu masing-masing, Siti Fakhrunisa SMAN 3 Banda Aceh (Aceh/Gojukai), dan Ella Eriani T. SMA Kartika Makassar (Sulsel/KKI).

Kamis, 14 Mei 2009

Atlet Sulsel Sumbang 5 Emas 2nd SMA Cup 2009 Malaysia


5 Mei 2009 Yesterday at 9:32pm MAKASSAR, Upeks - Lima medali emas berhasil disumbangkan karateka asal Sulsel dalam Sport Master Atlhelete II, 2- 4 Mei 2009 di Kuala Lumpur, Malaysia. Faizal Zainuddin, Aswar dan Fidelys Lolobua sukses di nomor kata beregu, Hendro Salim menyabet dua medali emas sekaligus di nomor kumite, Ismail Aswar dan Wiwiek Pratiwi masing-masing mendulang medali emas di nomor Komite. Pelatih Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Sulsel Agus Salim mengatakan hasil yang diraih oleh atlet karate asal Sulsel pada event Malaysia itu, tentu juga dapat berpengaruh baik pada penentuan tim inti cabang olahraga karate Indonesia pada SEA Games XXV-Laos, Desember 2009 nantinya.

"Dengan hasil baik yang diraih oleh para atlet asal Sulsel itu, telah membuktikan mereka memang layak untuk mengisi kans merah-putih, baik untuk SEA Games, maupun untuk event Martial Al Art Games di Thailand pada Juli nantinya, yang dimana dari delapan atlet Sulsel yang mengikuti pelatnas saat ini, terpilih tiga atlet Sulsel yang akan diboyong ke Thailand, yakni Hendro Salim, Ismail Aswar dan Wiwi Pertiwi, "ujarnya kepada Upeks, Senin (4/5).
Ajang Sport Master Atlhelete II Malaysia merupakan pemanasan atlet Indonesia yang sementara mengikuti Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) di Kalimantan Timur. Terdapat delapan atlet karate asal Sulsel yang bergabung dalam pelatnas, yakni : Faizal Zainuddin, Aswar, Fidelys Lolobua, Hendro Salim, Ismail Aswar, Teguh Ganeswara, Wiwi Pertiwi dan Ayu Safitri.
Dengan suksesnya di ajang tersebut membuka peluang mereka menuju tim inti cabang olahraga karate Indonesia pada SEA Games.
Dalam ajang tersebut Tim karate Indonesia yang menurunkan 31 atlet, mereka berhasil meraih 24 medali, yang terdiri dari 11 medali emas, 8 medali perak dan 5 medali perunggu. Kesuksesan Indonesia tak lepas dari hasil jerih payah atlet asal Sulsel.Faisal Zainuddin, Aswar dan Fidelis Lolobua (1 medali emas kata beregu), Hendro Salim (2 medali emas kumite), Ismail Aswar (1 medali emas dan 1 perunggu kumite), Wiwik Pratiwi (1 medali emas dan 1 perunggu kumite), Ayu Safitri (2 medali perunggu kumite), Teguh Ganeswara (1 medali perunggu kumite) dan ditambah lagi Faizal Zainuddin (1 medali perak kata perorangan)

Indonesia Juara Umum


KEJUARAAN KARATE ASIA Selasa, 5 Mei 2009 | 03:16 WIB Kuala Lumpur, Kompas - Kontingen Indonesia, Minggu (3/5) tengah malam, akhirnya keluar sebagai juara umum Kejuaraan Karate Asia SMA Cup II-2009 yang diikuti delapan negara dan berlangsung di Indoor Sports Centre, Kuala Lumpur, Malaysia. Dari 39 medali emas yang diperebutkan untuk kategori yunior dan senior, Kontingen Indonesia membawa pulang 12 medali emas, 9 perak, dan 9 perunggu dari kejuaraan karate Asia tahunan tersebut. Sementara itu, tuan rumah Malaysia—yang juga menurunkan karateka-karateka nasional yang dipersiapkan untuk SEA Games XXV-2009 Laos—hanya mampu memperoleh 9 medali emas, 16 perak, serta 37 medali perunggu. Dua medali emas terakhir, yang menentukan keunggulan kontingen Indonesia dari kontingen tuan rumah Malaysia, diraih oleh Hendro Salim dan Irwansyah setelah mereka mampu lolos ke babak kumite kelas -80 kilogram. Keduanya menentukan final sesama Indonesia setelah masing-masing mampu mengalahkan karateka Singapura, Mohsen Oliver Micheal, serta Nawaf Alhindal (Kuwait).

Satu medali emas lainnya diperoleh di nomor kumite beregu putra, juga hasil final sesama karateka Indonesia. Tim Indonesia A yang terdiri dari Donny Dharmawan, Ismail Aswar, dan Hendro Salim keluar sebagai juara pertama diikuti tim Indonesia D yang terdiri dari Irwansyah, Brajamusti, serta Alin yang meraih medali perak.
Medali perunggu kumite beregu putra diraih tim Malaysia B serta tim Indonesia B yang terdiri dari Zelofin, Djintar Simanjuntak, dan Risky Rafael.
Ke-12 medali emas berikut 9 perak dan 9 medali perunggu tersebut sudah termasuk medali yang diperoleh dari tim Padang yang masing-masing memperoleh 1 emas, 1 perak, dan 1 perunggu. Tim DKI Jakarta juga membawa pulang 1 medali emas, 1 perak, dan 1 medali perunggu.
Dengan demikian, sisanya—10 medali emas, 7 perak, dan 7 medali perunggu—diraih karateka nasional yang kini mengikuti Pemusatan Latihan Nasional (Petlatnas) Terpadu KONI Pusat di GOR Sempaja, Samarinda, Kalimantan Timur, sejak awal Maret lalu.
”Saya tidak memberikan target pada mereka karena kalau mau medali bisa beli di Pasar Senen. Tetapi, di sini mereka harus bermain dan memberikan penampilan terbaik mereka setelah didadar hampir lebih dari dua bulan di Pelatnas SEA Games XXV-2009 Laos,” kata Jack Monang Napitupulu, Ketua Kontingen Indonesia.
Hanya dua negara
Dari delapan negara yang ambil bagian di Kejuaraan Karate Asia Sports Master Athlete (SMA) II-2009 itu, hanya dua negara yang pulang tanpa satu medali pun. Kedua negara tersebut adalah Nepal dan India.
Tuan rumah Malaysia menempati peringkat kedua perolehan medali SMA Cup II-2009 dengan 9 medali emas, 16 perak, serta 37 medali perunggu. Kuwait yang berada di urutan ketiga merebut 4 emas, 3 perak, dan 3 perunggu.

Selasa, 07 April 2009

TIM KARATE ASIAN MATRIAL ART GAMES I/2009


Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB. FORKI) telah melakukan seleksi Atlit karate di Samarinda Kalimantan Timur 27 – 28 Maret 2009, untuk mengikuti Asian Matrial Art Games I/2009 di Bangkok – Thailand, 25 April – 3 Mei 2009. Tujuh atlit karate tersebut kumite putri: 1. Dyah Puspitasari - 55 kg (Jateng), 2. Tantri Widyasari - 61 kg (Sumut), dan 3. Wiwik Pertiwi + 61 kg (Sulsel). Kumite putra 1. Donny Dharmawan – 60 kg (Sumut), 2. Ismail Aswar – 67 kg (Sulsel), 3. Rafael – 75 kg (DKI Jaya), dan 4. Hendro Salim – 84 kg (Sulsel). Pelatih M. Gusti dan Syamsuddin, dan Tim Manager Djafar E. Djantang.

Ketua Pembinaan dan Prestasi PB. Forki Madju Dharyanto H, mengatakan atlit karate yang mewakili Indonesia di Asian Matrial Art Games I/2009 di Bangkok, merupakan hasil seleksi karateka yang ikut di Pelatnas SEA Games XXV/2009 Laos.
Lebih lanjut Madju yang juga Komandan Pelatnas Asian Matrial Art Games I/2009 mengatakan, Tim Karate Indonesia rencana berangkat tanggal 23 April 2009 menuju ke Bangkok - Thailand. “Cabang Olahraga (Cabor) yang dipertandingkan di Asian Matrial Art Games I/2009, lima cabang yang dipertaningkan terdiri: Karate, Yudo, Wushu, Taekwondo, dan Pencak Silat, Indonesia mengirim 36 atlit, dan diikuti 43 Negara”. Tegas Madju.

Sabtu, 21 Maret 2009

26 kata aliran shotokan


KATA HEIAN
1. HEIAN SHODAN

Heian berarti “Pikiran Penuh Kedamaian”. Kata ini adalah kata pertama dari lima Kata tingkat dasar, yang diciptakan oleh Yasutsune Itosu (salah satu guru Gichin Funakoshi). Meskipun tidak diketahui bagaimana Kata Heian ini diciptakan, tetapi banyak yang berpendapat bahwa Heian merupakan bagian dari Kata yang lebih tinggi tingkatannya yaitu Kata Kanku-Dai. Itosu menciptakan Kata Heian untuk memperkenalkan Karate kedalam kurikulum sekolah untuk menghilangkan kesan tehnik yang berbahaya yang terdapat pada kata lanjutan. Heian Kata merupakan Kata Shorin, yang memperlihatkan kekuatan dan fleksibelitas gerakan.

Hal Penting :
Sikap kedepan dan Pukulan gerak maju. Memiliki 21 gerakan dengan waktu aplikasi 40 detik.

2. HEIAN NIDAN

Heian Nidan berarti seri Heian yang kedua. Aslinya Kata ini merupakan Kata yang pertama, tetapi Gichin Funakoshi merubahnya, karena Kata ini lebih sulit untuk dipelajari maupun mengajarinya. Kata ini berhubungan dengan Kata Bassai-Dai.

Hal Penting :
Sikap balik kebelakang,tendangan menyamping,membalikan posisi pinggang/pinggul dan kombinasi tehnik. Memiliki 26 gerakan dengan waktu aplikasi 40 detik.

3. HEIAN SANDAN

Heian Sandan berarti Heian yang ketiga dari seri Kata Heian. Kata ini berhubungan dengan Kata Jitte.

Hal Penting :
Sikap kesamping dan tangkisan atas (atas bahu/kepala). Memilki 20 gerakan dengan waktu aplikasi 40 detik.

4. HEIAN YONDAN

Heian Yondan berarti Heian keempat dari seri Kata Heian. Kata ini berhubungan dengan Kata Kanku-Dai.

Hal Penting :
Pengembangan/kontraksi, tangkisan dan tehnik penyelesaian. Memiliki 27 gerakan dengan waktu aplikasi 50 detik.

5. HEIAN GODAN

Heian Godan berarti Kata Heian kelima dari Seri Kata Heian. Kata ini berhubungan dengan Kata Gankaku.

Hal Penting :
Fleksibilitas dan Keseimbangan. Memiliki 23 gerakan dengan waktu aplikasi 50 detik.

KATA TEKKI
6. TEKKI SHODAN

Tekki berarti kuda besi atau posisi berkuda. Tekki Shodan adalah Kata Tekki pertama dalam seri Kata Tekki. Kata Tekki adalah Kata Shorei, menggambarkan kekuatan, tehnik yang penuh tenaga. Kata Tekki diciptakan dan direvisi oleh Yasutsune Itosu. Gichin Funakoshi menghabiskan waktu tiga tahun untuk belajar dan menguasai masing-masing Kata Tekki ini (pada waktu itu, setiap murid menghabiskan beberapa tahun untuk mempelajari Kata). Tekki Shodan mempunyai nama asli Naihanchi dan diperkenalkan oleh Yasutsune Itosu, Tekki Nidan dan Sandan diciptakan oleh Yasutsune Itosu. Belum ada penjelasan yang memadai kenapa Tekki memiliki perlintasan gerakan satu garis, meskipun kadang terpikir dilakukan dengan baju besi dan/atau diatas punggung kuda (hal ini tidak bisa diaplikasikan secara teknis). Makna dari Kata ini dapat juga pertahanan dengan latar belakang dinding/tembok atau diatas perahu.

Hal Penting
Posisi badan rendah yang kuat, getaran pinggul, dan sikap kesamping. Memiliki 29 gerakan dengan waktu aplikasi 50 detik.

7. TEKKI NIDAN

Tekki Nidan berarti Kata kedua dari seri Kata Tekki. Tekki Nidan dan Tekki Sandan dipelajari untuk pertama kali pada level sabuk Coklat, tetapi tidak dipelajari secara intensif hingga tingkat sabuk Hitam.

Hal Penting
Posisi badan rendah yang kuat, getaran pinggul dan sikap kesamping. Memiliki 24 gerakan , dengan waktu aplikasi 50 detik.

8. TEKKI SANDAN

Tekki Sandan berarti Kata Tekki yang ketiga dari seri Kata Tekki.

Hal Penting
Posisi badan rendah yang kuat, getaran pinggul dan sikap kesamping. Memiliki 36 gerakan dengan waktu aplikasi 50 detik.

KATA LANJUTAN
9. BASSAI-DAI

Bassai-Dai berarti menghancurkan pertahanan musuh dengan kecerdikan dan menemukan kelemahan lawan (kebanyakan mengartikan “Gempuran Yang Sangat Kuat”). Kata ini dipelajari pada tingkat Kyu 3 hingga tingkat Shodan (Dan I). Aslinya disebut Passai, Kata ini pertama kali diperlihatkan di Tomari dan Shuri. Bassai-Dai adalah Kata Shorin.

Hal Penting
Rotasi Pinggul, kekuatan penuh, semangat yang kuat dan luapan tenaga, ketidak-untungan harus menjadi keuntungan. Memiliki 42 gerakan, dengan waktu aplikasi 60 detik.

10. BASSAI-SHO

Bassai-Sho berarti lebih rendah dari Bassai-Dai. Kata Shorin ini diciptakan oleh Yasutsune Itosu. Kata ini lembut, tetapi penuh tenaga walaupun tidak seperti Bassai-Dai.

Hal Penting
Tangkisan yang sangat kuat dan serangan balik yang sangat tajam. Memiliki 27 gerakan.

11. KANKU-DAI

Kanku-Dai berarti melihat dunia atau langit (dari gerakan pertama). Kata Dai menunjukkan bahwa Kata ini merupakan Kata Kanku terhebat. Kanku-Dai bernama asli Kushanku, nama seorang ahli bela diri Cina yang datang ke Okinawa pada abad ke-18. Kata ini merupakan Kata favorit dari Gichin Funakoshi dan Kata ini yang beliau pilih untuk di demonstrasikan diluar Okinawa. Gichin Funakoshi yakin bahwa Kanku-Dai memiliki semua element dasar dari Karate Shotokan. Kata ini juga merupakan favorit Sensei Okazaki yang mendemonstrasikan kata ini di buku The Best Karate. Kata ini juga menjadi bahan ujian sebagai Kata kedua dalam Ujian Nidan (Dan II).

Hal Penting
Tehnik yang cepat dan lamban, penuh tenaga dan lembut, pemekaran dan penciutan, dan lompatan dan membungkuk. Kata ini digunakan jika benar-benar terkepung oleh musuh. Keadaan/situasi juga merupakan hal penting, karena panjangnya Kata. Memiliki 65 gerakan dengan waktu aplikasi 90 detik.

12. KANKU-SHO

Kanku-Sho berarti Kata terendah didalam Kata Kanku. Kata Shorin ini merupakan perpaduan antara Heian Yondan dan Kanku-Dai.

Hal Penting
Penggunaan tenaga dengan benar, kecepatan dan pemekaran/penciutan dari otot. Memiliki 47 gerakan.

13. JITTE

Jitte (kadang dibaca Jutte) berarti tangan sepuluh atau keajaiban sepuluh. Kata Shorei ini berasal dari Tomari. Kata ini mungkin diperagakan dengan tongkat di tangan. Nama Kata ini tidak mengalami perubahan (hanya Jitte dan Gion yang tidak mengalami perubahan).

Hal Penting
Rotasi pinggul, dan tangkisan dengan tongkat. Memiliki 24 gerakan dengan waktu aplikasi 60 detik.

14. HANGETSU

Hangetsu berarti Bulan Separuh/Setengah Bulan (berarti juga nama sikap utama dalam Kata). Kata ini adalah asli Cina dan nama aslinya adalah Seisan atau Seishan. Kata ini diperagakan pertama kali di Tomari. Kata ini adalah Kata Shorei.

Hal Penting
Pemekaran/penciutan, putaran lengan dan pergerakan kaki serta pernapasan. Memiliki 41 gerakan dengan waktu aplikasi 60 detik.

15. EMPI

Empi (kadang disebut Enpi) berarti Burung Wallet Terbang. Kata Shorin ini dipelajari teutama di Tomari (hingga Restorasi Meiji, disebarkan ke Shuri dan Naha). Kata ini sebelumnya dikenal dengan nama Wansu atau Wanshu (Setelah seorang ahli beladiri Cina datang ke Okinawa ). Nama Kata ini diganti oleh Gichin Funakoshi. Yasutsune Itosu membuat perbaikan yang sangat berarti dari gerakan Kata yang asli.

Hal Penting
Tinggi rendah posisi badan, gerakan yang cepat (kecepatan). Memiliki 37 gerakan dengan waktu aplikasi 60 detik.

16. GANKAKU

Gankanku berarti “Burung Bangau Diatas Karang” (nama ini diambil dari salah satu posisi dalam Kata ini – ada posisi dimana seperti burung bangau dengan satu kaki, sebagai serangan dalam mempertahankan diri). Ini merupakan Kata yang sudah sangat tua, aslinya bernama Chinto, kemudian namanya diubah oleh Gichin Funakoshi. Kata ini disempurnakan oleh Yasutsune Itosu. Gankaku merupakan Kata Shorin (walaupun kadang dikatakan sebagai Kata Shorei).

Hal Penting
Keseimbangan dan tendangan kesamping. Memiliki 42 gerakan dengan waktu aplikasi 60 detik.

17. GION

Arti dari Gion (Kadang dibaca Jion) belum ditemukan. Ini merupakan Kata Shorei yang diberi nama setelah rahib Cina datang ke Okinawa. Gion juga merupakan nama pura di Jepang dan Cina. Dan Gion dikenal sebagai nama rahib Budha Suci. Nama Kata ini tidak mengalami perubahan. Gion dipelajari di Tomari. Versi lain dari Kata Gion ini juga dipelajari aliran Karate Wado-Ryu. Didalam mengambil nama dari rahib Budha Suci, Gion berkonotasi ketenangan, penuh kebanggaan, dan penuh kekuatan dalam mempelajarinya. Kata ini didemonstrasikan oleh Sensei Tanaka dalam buku The Best Karate.

Hal Penting
Ketenangan, gerakan penuh tenaga, dengan semangat bertarung yang hebat. Memiliki 47 gerakan dengan waktu aplikasi 60 detik.

18. CHINTE

Chinte berarti “Tangan Ajaib”. Kata ini merupakan Kata Shorin yang terdiri dari beberapa tehnik Cina yang tidak ditemukan dalam Karate Shotokan. Gichin Finakoshi mengganti namanya menjadi Shoin, tetapi kemudian kembali lagi kenama yang dahulu. Sangat sulit untuk menguasai pengunaan tenaga yang benar pada Kata ini.

Hal penting
Memiliki 33 gerakan.

19. UNSU

Unsu berarti “Tangan Bagaikan Awan”. Kata ini merupakan Kata Shorin tanpa diketahui asalnya. Tangan dengan arti tehnik tangan menyapu lawan seperti awan terbelah pisau dilangit. Masatoshi Nakayama mengingatkan bahwa Kata Unsu terlihat bagaikan “Burung gagak yang menakutkan mencoba menari “, jika Kata Heian, Kanku-Dai, Empi dan Gion sebelumnya telah dikuasai.

Hal Penting
Lompatan Tinggi dan rendah, tenik menendang, berpura-pura dan menggunakan beberapa bagian tubuh sebagai senjata. Memiliki 48 gerakan.

20. SOCHIN

Sochin berarti perasaan/keadaan tenang ditengah orang (dan nama ini diambil dari posisi utama didalam Kata ini). Kata Sochin merupakan Kata Shorei, dimodifikasi oleh Yoshitaka Funakoshi (anak dari Gichin Funakoshi).

Hal Penting
Lamban, gerakan penuh tenaga dan sikap sochin ( juga disebut sikap fudo-dachi ). Memilki 40 gerakan.

21. NIJUSHIHO

Nijushiho berarti 24 (dua puluh empat) langkah (sekarang memiliki 30 gerakan, tetapi aslinya adalah 24 gerakan kaki). Makna dari Kata ini adalah sebuah gambaran alami aliran air atau ombak (kadang gerakannya lamban dengan segala keagungan, kadang kuat dan cepat). Kata ini merupakan Kata Shorin (meskipun ada yang mengklaim sebagai Kata Shorei). Kata ini adalah Kata favorit instruktur Frank Woon-A-Tai. Pada tahun1934 Guru Gichin Funakoshi memerintahkan Masatoshi Nakayama untuk mempelajari Kata ini dari Guru Shito-Ryu, Kenwa Mabuni. Kata ini secara bertahap disesuaikan dengan tehnik Shotokan.

Hal Penting
Penggabungan total dari bermacam kekuatan dan kecepatan (Masatoshi Nakayama mengingatkan bahwa kata ini dapat menyerupai sebuah “Tarian” tanpa kepandaian yang sempurna untuk melakukannya).

22. GOJUSHIHO-DAI

Gojushiho-Dai berarti 54 (lima puluh empat) langkah (sekarang 62 gerakan). Kata Shorin ini terinspirasi dari seekor burung yang menyerang musuh dengan ketajaman paruhnya. Nama lamanya adalah Useshi. Kata ini asli dari Cina dan dipelajari di Cina hingga abad ke-20. Masatoshi Nakayama juga mempelajari Kata Gojushiho ketika dia belajar Nijushiho dengan Mabuni.

Hal Penting
Dengan segala kelembutan dan tehnik aliran.

23. GOJUSHIHO-SHO

Gojushiho-Sho berarti kata terendah di Kata Gojushiho. Kata ini merupakan Kata Shorin yang terinpirasi dari seekor burung yang menyerang musuh dengan ketajaman paruh, sayap dan cakarnya. Kemampuan tehnik tingkat tinggi sangat dibutuhkan untuk memainkan atau mengerti Kata ini.

Hal Penting
Satu hal penting dalam Kata ini adalah tehnik tangan pedang. Memiliki 65 gerakan yang mudah dikacaukan dengan gerakan Gojushiho-Dai.

24. MEIKYO

Meikyo berarti cermin membersihkan cermin (kembali mengasah tehnik Karate dengan latihan yang berulang untuk mendapatkan sebuah pengertian yang jernih tentang tehnik dan karakter Karate). Kata Shorei ini memiliki pengusaan tehnik dalam Kata Heian dengan bentuk Kata yang lebih lunak dan tenang. Nama asli Kata ini adalah Rohai. Kata ini merupakan Kata favorit Sensei Masatoshi Nakayama. Menurut cerita asli, Kata ini diambil dari sebuah tarian untuk meminta Tuhan memunculkan Dewa Matahari (Amaterasu) dari goa dimana dia bersembunyi.

Hal Penting
Memiliki 32 gerakan.

25. WANKAN

Wankan berarti “Mahkota Raja”. Kata Shorin ini tidak dijelaskan dalam buku The Best Karate. Wankan adalah Kata terpendek dari semua Kata aliran shotokan. Kata ini aslinya dipelajari di Tomari, terdiri dari gerakan lembut dan ringan dari apa yang sekarang kita lihat dalam kata aliran Shotokan.

26. JI’IN

Ji’in diciptakan sebagai sebuah penghormatan terhadap kematian dan ketenangan/ penuh kekuatan dari Gion. Nama aslinya tidak diketahui dan namanya mungkin diambil dari sumber yang sama dengan Gion. Pembahasan tentang ini belum selesai dalam buku The Best Karate.

Mengapa Kita Harus Kiai ?


Kiai, yang berarti teriakan semangat merupakan salah satu komponen penting dalam berlatih karate. Bukan sekedar mengeluarkan udara dan suara sekeras-kerasnya, namun lebih dari itu. Kiai yang salah hanya akan membahayakan karateka itu sendiri, karena dalam kondisi itu akan mudah diserang. Bahkan dalam serangan yang lemah sekalipun. Hal ini sering terjadi dalam turnamen. Mungkin karena terlambat kiai akhirnya serangan lawan masuk. Dan bisa ditebak, sakitnya jangan ditanya lagi. Belajar dari pengalaman, ternyata kiai ketika kita dipukul lebih sakit daripada kita dalam latihan biasa (yang tidak ada lawannya tentu saja !).

Nah, kembali ke masalah kiai tadi. Secara teori sebenarnya ada tiga manfaat poin penting dalam kiai. Yang pertama tentu saja menunjukkan semangat bertarung alias fighting spirit kita. Jelas kita nggak mungkin bertanding tanpa mengeluarkan suara. Seorang teman bilang, “Nggak seru deh, rasanya kok nggak niat”, begitu katanya. Dan rasanya pendapat itu tidak salah juga. Coba bayangkan sendiri kalau Anda kumite dengan lawan yang seperti itu.
Dalam sesi latihan biasanya kiai pada gerakan kelima atau kesepuluh, jika berlatih dasar (kihon). Atau pada teknik yang terakhir. Umumnya senior/pelatih akan memberikan aba-aba untuk berteriak.

Jangan dikira kiai adalah pekerjaan mudah. Umumnya sering saya melihat yunior-yunior sangat sulit kalau disuruh kiai setiap akhir suatu teknik. Kalau murid pemula seharusnya tidak masalah, tapi kalau murid tingkat lanjut ? Tentu ini jadi masalah kalau harus turun dalam turnamen resmi. Karena fungsi kiai disini juga untuk mengantisipasi cedera dalam kumite. Kedua, mempengaruhi lawan. Bagaimana bisa dengan hanya berteriak lawan akan terpengaruh bahkan sampai ketakutan. Ada istilah kiai jutsu dalam dunia bela diri, dimana dengan hanya berteriak maka lawan akan mengurungkan serangan.

Rahasianya ternyata cukup simpel, dimana saat kita berteriak harus dilandasi dengan semangat berperang yang sungguh-sungguh tanpa keraguan dan ketakutan. Yang pasti saya tidak mengatakan ini mudah, karena saat kita maju menghadapi lawan ketakutan pasti ada. Dan rasanya itu hal yang manusiawi.
Sedangkan yang terakhir, kiai bisa juga berfungsi sebagai elemen yang meningkatkan tenaga dengan memberi penekanan pada otot.

Dalam suatu acara demonstrasi, umumnya acara puncaknya adalah tameshi-wari(pemecahan). Kalau Anda perhatikan, si peraga tentu kiai saat memecahkan batu, kayu, es atau apapun yang menjadi bahan tameswarenya. Tidak masalah dengan menggunakan bagian tubuhnya yang mana untuk memecahkan. Tentu saja dengan memecahkan harus didukung dengan pernapasan dan kime (fokus/konsentrasi) yang benar.
Nah, itulah rahasianya kiai. Tapi boleh dong kalau saya menambahkan satu lagi. Kiai juga bisa membuat kita lebih rileks dan segar alias fresh. Dan memang dari sudut psikologi berteriak adalah salah satu cara menghilangkan ketegangan fisik dan pikiran. Anda setuju ?

Kata Shotokan


Kata yang berarti bentuk resmi atau kembangan juga memiliki arti sebagai filsafat. Kata memainkan peranan yang penting dalam latihan karate. Setiap kata memiliki embusen (pola dan arah) dan bunkai (praktik) yang berbeda-beda tergantung dari kata yang sedang dikerjakan. Kata dalam karate memiliki makna dan arti yang berbeda. Bahkan kata juga menggambarkan sesuatu. Inilah kata sebagai filsafat.

Oleh sebab itulah kata memiliki peranan yang penting sejak jaman dulu dan menjadi latihan inti dalam karate. Gichin Funakoshi mengambil kata dari perguruan Shorei dan Shorin. Shotokan memiliki 26 kata yang terus dilatih hingga kini. Ada yang populer ada pula yang tidak. Masing-masing kata mempunyai tingkat kesulitan sendiri-sendiri. Karena itu wajib bagi tiap praktisi Shotokan untuk mengulang berkali-kali bahkan ratusan kali.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar